5.26.2011

HOW GREAT IS OUR GOD

HOW GREAT IS OUR GOD

HOW GREAT IS OUR GOD

he splendor of a King, clothed in majesty
Let all the earth rejoice
All the earth rejoice

He wraps himself in Light, and darkness tries to hide
And trembles at His voice
Trembles at His voice

How great is our God, sing with me
How great is our God, and all will see
How great, how great is our God

Age to age He stands
And time is in His hands
Beginning and the end
Beginning and the end

The Godhead Three in One
Father Spirit Son
The Lion and the Lamb
The Lion and the Lamb

Name above all names
Worthy of our praise
My heart will sing
How great is our God

How great is our God, sing with me
How great is our God, and all will see
How great, how great is our God

Siapa tidak mengetahui lagu ini? How great is Our God.. Lagu ini sungguh sangat menolong aku dari keterpurukan hidup, terutama dalam hal menjalani hubungan asmara. Yang saya rasakan ketika menjalani hubungan dengan lawan jenis, saya merasa tertekan dan selalu saja berpikiran negativf. Entah kenapa saya seperti ini. Saya begitu terpuruk dan jatuh dan lupa kalau Aku mempunyai Tuhan yang luar biasa dan selalu ada melihat saya di mana dan di waktu apapun.

Jadi kamis ini, pulang kuliah, tiba-tiba dalam perjalanan, terlintas lagu ini. Sesampainya di kost-an, saya mendownload lagu ini dan berulang kali mendengarkan lagu How Great is Our God ini sambil merenungkan hidup dan segala kejadian yang Tuhan izinkan terjadi dalam hidup saya baik susah maupun senang.

Luar biasa Tuhan kau menolong saya melalui lagu ini, luar biasa Tuhan menyadarkan saaya melalui lagu ini. Sekarang aku sadar betul kenapa aku begitu buta dalam menjalani hubungan asmara ini. Saya begitu menikmati pacaran ala dunia, bukan menikmati pacaran ala Tuhan yang ajarkan. Itulah kenapa sellau pikrian negative dan keinginan saya yang menjadi-jadi sehingga selalu saja ada kerikil yang menjadi besar. Terima Kasih Tuhan Yesus, saya siap menjalani hidup ini dengan lebih baik lagi, terutama pacaran yang sudah Kau percayakan kepada ku. Kuserahkan hubungan ini Tuhan kepadamu, biar Tuhan yang bekerja.. Amin..

Terima Kasih Tuhan Yesus.. :)

4.27.2011

I'm The Young Gunners

Tiga Hal yang Membuat Goyah...

1. Kekuasaan (Power)
Kekuasaan adalah kewenangan yang dipunyai seseorang atau kelompok guna menjalankan kewenangan yang dipegangnya. seseorang pun dapat berubah sikapnya ketika diberi kekuasaan, apalagi kekuasaan yang tinggi.

2. Uang (Money)
Uang merupakan suatu benda di mana dengan benda itu seseorang dapat memenuhi kebutuhannya. Tidak dapat diungkiri bahwa peranan uang itu sangat penting. Tidak dapat diungkiri manusia khususnya laki-laki tidak akan dapat memenuhi kebutuhannya. klu tidak ada uang. Apalagi untuk meminang lawan jenisnya, laki-laki membutuhkan uang. Uang itu bisa ibarat pedang bermata dua dalam pencariannya, dia dapat memiliki nilai yang positif apabila didapat dengan cara yang positif juga, dapat bernilai negatif apabila didapat dengan hal yang negatif juga. Fenomena ini saya lihat dalam dunia kerja di sebuah perusahaan, di mana pegawai ketika disodorkan uang dalam jumlah besar, langsung mengiyakan atau dengan kata lain tidak mempertimbangkan konsekuensinya dan berasal dari mana uang tersebut. kenapa hal itu bisa terjadi? faktor utamanya saya melihat bahwa kebutuhan dari seseorang yang begitu besar. Namun, untuk memenuhinya, kurang sekali. Maka dari itu, laki-laki terkadang mengiyakan saja. hmm.. semoga iman saya dikuatkan oleh Tuhan.. amen..

3. Wanita
mendengar kata ini. Wow.. siapa tidak kenal dengan wanita. Menurut saya, wanita itu luar biasa. Kenapa? Dia itu hebat. Contohnya saja, ketika suaminya meninggal, seorang istri(wanita) bisa tidak menikah lagi untuk menghidupi anaknya dengan tangannya sendiri. selain itu, wanita itu mempunyai rayuan yang dapat membuat pria yang tadinya marah bisa menjadi tidak marah. kemudian, wanita itu pandai sekali dalam menyimpan suatu rahasia. baik kehidupannya di masa lalu, maupun perasaannya. Sungguh kompleks sekali yaa..
tetapi, saya tetap percaya bahwa Tuhan menciptkan wanita itu untuk menyokong pria..

Yanfirm...

12.13.2010

One Republic - Screts

I need another story
Something to get off my chest
My life gets kinda boring
Need something that I can confess

Til’ all my sleeves are stained red
From all the truth that I’ve said
Come by it honestly I swear
Thought you saw me wink, no
I’ve been on the brink, so

Tell me what you want to hear
Something that were like those years
Sick of all the insincere
So I’m gonna give all my secrets away
This time, don’t need another perfect line
Don’t care if critics never jump in line
I’m gonna give all my secrets away

My god, amazing how we got this far
It’s like we’re chasing all those stars
Who’s driving shiny big black cars

And everyday I see the news
All the problems that we could solve
And when a situation rises
Just write it into an album
Singing straight, too cold
I don’t really like my flow, no, so

Tell me what you want to hear
Something that were like those years
Sick of all the insincere
So I’m gonna give all my secrets away
This time, don’t need another perfect line
Don’t care if critics never jump in line
I’m gonna give all my secrets away

Oh, got no reason, got not shame
Got no family I can blame
Just don’t let me disappear
I’mma tell you everything

From http://www.lyricsmania.com/secrets_lyrics_onerepublic.html
So tell me what you want to hear
Something that were like those years
Sick of all the insincere
So I’m gonna give all my secrets away
This time, don’t need another perfect line
Don’t care if critics never jump in line
I’m gonna give all my secrets away

So tell me what you want to hear
Something that were like those years
Sick of all the insincere
So I’m gonna give all my secrets away
This time, don’t need another perfect line
Don’t care if critics never jump in line
I’m gonna give all my secrets away
All my secrets away, All my secrets away

One Republic - Good Life

Woke up in London yesterday
Found myself in the city near Piccadilly
Don't really know how I got here
I got some pictures on my phone

New names and numbers that I don't know

Address to places like Abbey Road
Day turns to night, night turns to whatever we want
We're young enough to say

[Chorus]


Oh this has gotta be the good life

This has gotta be the good life
This could really be a good life, good life

Say oh, got this feeling that you can't fight

Like this city is on fire tonight
This could really be a good life
A good, good life

[Verse 2]


To my friends in New York, I say hello

My friends in L.A. they don't know
Where I've been for the past few years or so
Paris to China to Col-or-ado

Sometimes there's airplanes I can' t jump out

Sometimes there's bullshit that don't work now
We are god of stories but please tell me-e-e-e
What there is to complain about

[Bridge 1]


When you're happy like a fool

Let it take you over
When everything is out
You gotta take it in

[Bridge 2]


Hopelessly

I feel like there might be something that I'll miss
Hopelessly
I feel like the window closes oh so quick
Hopelessly
I'm taking a mental picture of you now
'Cuz hopelessly
The hope is we have so much to feel good about

5.15.2010

Integritas

Belajar untuk menerapkan perilaku individu yang berintegritas itu memang sulit untuk dilakukan di dalam kehidupanku sehari-sehari. Aku mempunyai kisah yang berkaitan erat dengan integritas di dalam kehidupanku sehari-sehari. Kisah ini terjadi sewaktu aku menjalani perkuliahan di suatu universitas negeri di Bandung. Di tahun pertamaku kuliah, aku belum memahami benar apa itu integritas? betapa kosongnya otakku akan sebuah pengetahuan dan lain sebagainya. Di tahun kedua aku kuliah, betapa tidak menyangkanya aku, Tuhan telah mempercayaiku untuk melayani DIA dan aku diberikan posisi sebagai kordinator dalam pelayananku.

Selama aku melayani DIA di sebuah organisasi kekristenan. Tuhan memberikan aku pandangan postif dan bagaimana aku sebagai mahkluk ciptaannya harus menerapkan sikap dan hati yang dikehendaki oleh DIA. Melalui proses itulah aku mengenal apa itu integritas. Suatu hari ketika ujian akhir, aku melihat seseoarang teman sejurusanku di mana ketika teman-temanku sibuk untuk menyotek, tetapi dia berbeda sendiri, dia mengerjakan soal itu dengan segala kemampuannya sebagaimana kita tahu bahwa mencontek itu merupakan perbuatan yang melanggar aturan Di situlah aku teringat akan “integritas”. Betapa terkejutnya aku. Aku merenung, “selama ini, apa yang telah kuperbuat Tuhan?”, “dari hal yang kecil pun aku mengecewakanmu Tuhan”.

Dan akhirnya aku memutuskan berkomitmen untuk hidup dengan pribadi yang berintegritas. Mengerjakan sesuatu ibarat pribahasa “Tidak semudah membalikan sebuah telapak tangan”. Memulai untuk menerapkan hidup yang berintegritas terkadang sulit, tetapi kalau kita mengimani dan mengajak Tuhan kita untuk campur tangan dalam kehidupan kita, pasti kita mampu untuk menjalankannya. Ingat There is a will, There is a way. God Bless us ,guys. Amen. J

4.29.2010

Keyakinan

Sebuah kisah tentang seorang anak kecil bernama Scott yang sedang menemani ibunya berkendara dis ebuah jalan.Sembari menikmati perjalanan di waktu siang yang menjelang sore, dia melihat sepasang elang berbulu merah ang sedang terbang begitu indah di senjanya sore.Namun, pemandangan itu rusak oleh suara senapan dari seseorang yang hendak memburu sepasang elang. Salah Satu elang tersebut terkena dan jatuh tepat di depan sebuah truck yang sedang melaju tidak begitu kencang. Ukuran elang tersebut bisa dipastikan jantan karena ukurannya yang besar. Keadaanya pun parah, sayapnya yang sebelah terluka, kakinya pun terluka, dan bulu-bulu merahnya rontok. Keadaanya pun layaknya tidak lagi menggambarkan seekor elang yang gagah dan jantan. Scott pun membawanya untuk diobat. Namun, sang Ibu melarangnya dan menyimpulkan kalau elang itu pasti akan mati lambat laut nanti. Melihat keteguhan hati si anak, hati inunya pun luluh. Scott pun membawanya.
Sesampainya di rumah, elang tersebut berontak. Dan sang ibu pun merasa kesal dibuatnya.Namun, scott tidak menyerah dan berusaha mengobatinya. Suatu hari, datang seorang dokter untuk melihat keadaan elang tersebut dan menyimpulkan untuk menyuntik mati. Sebab, kalaupun sembuh, elang tersebut tidak bisa hidup layaknya elang yang normal.Scott pun sedih. Namun,dia tidak menyerah. "aku akan tetap merawat dia",aku tetap percaya bahwa keajaiban pasti ada". Elang itu dinamai Hawkins.
Dua tahun scott merawatnya,keadaan hawkins pun membaik. Hawkins pun mulai berontak untuk dapat keluar dan tidak sabar untuk terbang. Namun, tidak pernah terjadi sebab keadaannya yang tidak bisa lagi. Suatu hari datanglah seekor elang. bisa dipastikan kalau itu pasangannya.Saat itu pun, Hawkins hilang dari rumah.
Saat beruimur 29 Tahun, seekor elang melintasi rumahnya. Scottpun teringat akan Hawkins. Betapa harunya ketika tau bahwa elang itu benar adalah hawkins.
Jadi, dari sini kita dapat belajar kalau kita yakin, kita pasti dapat melaluinya. Entah itu permasalaha ataupun hal lainnya yang membuat hidup kita mejdai tidak nyaman.
Ingat, menghadapi masalah jangan dicari jalan untuk keluar, melainkan cari jalannya.. Tetap semangat.. ^^

4.28.2010

Jalanmu bukan Jalanku

Tak bisakah kau baca hatiku, tak inginkan dirimu lagi
katakan padamu, bahwa ku tak tahan.. Kini ku tak mampu lagi tuk ikuti caramu hanya membuatku sakit hati. kini ku tak mau lagi Jalanmu bukan Jalanku,

2.23.2010

Kebijakan Publik dari perspektif politik

Kebijakan Publik adalah keputusan-keputusan yang mengikat bagi orang banyak pada tataran strategis atau bersifat garis besar yang dibuat oleh pemegang otoritas publik. Sebagai keputusan yang mengikat publik maka kebijakan publik haruslah dibuat oleh otoritas politik, yakni mereka yang menerima mandat dari publik atau orang banyak, umumnya melalui suatu proses pemilihan untuk bertindak atas nama rakyat banyak. Selanjutnya, kebijakan publik akan dilaksanakan oleh administrasi negara yang di jalankan oleh birokrasi pemerintah. Fokus utama kebijakan publik dalam negara modern adalah pelayanan publik, yang merupakan segala sesuatu yang bisa dilakukan oleh negara untuk mempertahankan atau meningkatkan kualitas kehidupan orang banyak. Menyeimbangkan peran negara yang mempunyai kewajiban menyediakan pelayan publik dengan hak untuk menarik pajak dan retribusi; dan pada sisi lain menyeimbangkan berbagai kelompok dalam masyarakat dengan berbagai kepentingan serta mencapai amanat konstitusi.
Setiap sistem politik pada dasarnya memproduksi kebijakan publik. Dan sistem politik itu bisa berupa negara, propinsi, kabupaten/kota, desa, bahkan RT dan RW. "Institusi" seperti ASEN, EU, PBB dan WTO adalah sistem politik juga, yang dapat disebut supra-negara.
Kebijakan publik tidak selalu dilakukan oleh birokrasi (saja), melainkan dapat pula dilaksanakan oleh perusahaan swasta, LSM ataupun masyarakat langsung. Misalnya, suatu sistem politik dapat memutuskan untuk memberantas nyamuk. Sistem politik itu dapat memerintah --tentu saja disertai kompensasi-- sebuah perusahaan swasta untuk melakukan penyemprotan nyamuk.
kebijakan publik menunjuk pada serangkaian peralatan pelaksanaan yang lebih luas dari peraturan perundang-undangan, mencakup juga aspek anggaran dan struktur pelaksana. Siklus kebijakan publik sendiri bisa dikaitkan dengan pembuatan kebijakan, pelaksanaan kebijakan, dan evaluasi kebijakan. Bagaimana keterlibatan publik dalam setiap tahapan kebijakan bisa menjadi ukuran tentang tingkat kepatuhan negara kepada amanat rakyat yang berdaulat atasnya.
Dapatkah publik mengetahui apa yang menjadi agenda kebijakan, yakni serangkaian persoalan yang ingin diselesaikan dan prioritasnya, dapatkah publik memberi masukan yang berpengaruh terhadap isi kebijakan publik yang akan dilahirkan. Begitu juga pada tahap pelaksanaan, dapatkah publik mengawasi penyimpangan pelaksanaan, juga apakah tersedia mekanisme kontrol publik, yakni proses yang memungkinkan keberatan publik atas suatu kebijakan dibicarakan dan berpengaruh secara signifikan. Kebijakan publik menunjuk pada keinginan penguasa atau pemerintah yang idealnya dalam masyarakat demokratis merupakan cerminan pendapat umum (opini publik). Untuk mewujudkan keinginan tersebut dan menjadikan kebijakan tersebut efektif, maka diperlukan sejumlah hal: pertama, adanya perangkat hukum berupa peraturan perundang-undangan sehingga dapat diketahui publik apa yang telah diputuskan; kedua, kebijakan ini juga harus jelas struktur pelaksana dan pembiayaannya; ketiga, diperlukan adanya kontrol publik, yakni mekanisme yang memungkinkan publik mengetahui apakah kebijakan ini dalam pelaksanaannya mengalami penyimpangan atau tidak. Dalam masyarakat autoriter kebijakan publik adalah keinginan penguasa semata, sehingga penjabaran di atas tidak berjalan. Tetapi dalam masyarakat demokratis, yang kerap menjadi persoalan adalah bagaimana menyerap opini publik dan membangun suatu kebijakan yang mendapat dukungan publik. Kemampuan para pemimpin politik untuk berkomunikasi dengan masyarakat untuk menampung keinginan mereka adalah satu hal, tetapi sama pentingnya adalah kemampuan para pemimpin untuk menjelaskan pada masyarakat kenapa suatu keinginan tidak bisa dipenuhi.
Adalah naif untuk mengharapkan bahwa ada pemerintahan yang bisa memuaskan seluruh masyarakat setiap saat, tetapi adalah otoriter suatu pemerintahan yang tidak memperhatikan dengan sungguh-sungguh aspirasi dan berusaha mengkomunikasikan kebijakan yang berjalan maupun yang akan dijalankannya. dalam pendekatan yang lain kebijakan publik dapat dipahami dengan cara memilah dua konsepsi besarnya yakni kebijakan dan publik. terminologi kebijakan dapat diartikan sebagai pilihan tindakan diantara sejumlah alternatif yang tersedia. artinya kebijakan merupakan hasil menimbang untuk selanjutnya memilih yang terbaik dari pilihan-pilihan yang ada. dalam konteks makro hal ini kemudian diangkat dalam porsi pengambilan keputusan.
Charles Lindblom adalah akademisi yang menyatakan bahwa kebijakan berkaitan erat dengan pengambilan keputusan. Karena pada hakikatnya sama-sama memilih diantara opsi yang tersedia. Sedangkan terminologi publik memperlihatkan keluasan yang luar biasa untuk didefinisikan. akan tetapi dalam hal ini setidaknya kita bisa mengatakan bahwa publik berkaitan erat dengan state, market dan civil society. merekalah yang kemudian menjadi aktor dalam arena publik. sehingga publik dapat dipahami sebagai sebuah ruang dimensi yang menampakan interaksi antar ketiga aktor tersebut.
Tahapan Kebijakan Publik
identifikasi permasalahan
skala prioritas
rancangan kebijakan
pengesahan
pelaksanaan/implementasi (melihat feed back)
evaluasi / penilaian
Dalam pelaksanaannya, kebijakan publik ini harus diturunkan dalam serangkaian petunjuk pelaksanaan dan petunjuk teknis yang berlaku internal dalam birokrasi. Sedangkan dari sisi masyarakat, yang penting adalah adanya suatu standar pelayanan publik, yang menjabarkan pada masyarakat apa pelayanan yang menjadi haknya, siapa yang bisa mendapatkannya, apa persyaratannnya, juga bagaimana bentuk layanan itu. Hal ini akan mengikat pemerintah (negara) sebagai pemberi layanan dan masyarakat sebagai penerima layanan. Fokus politik pada kebijakan publik mendekatkan kajian politik pada administrasi negara, karena satuan analisisnya adalah proses pengambilan keputusan sampai dengan evaluasi dan pengawasan termasuk pelaksanaannya.

12.09.2009

Christmas

Christmas day...A day where the christian celebrated the Jesus's born. In christmas, the chritsmas tree always decorated in house, mall, and many places around the world. In christmas, there are a lot of things and full of experianced. Everythings are new. The people used to a santa claus's suit and another tools whose santa claus used to. I always dreaming tht christmas this year will be most memorable than all and ever ever felt. hhee....
I cant wait so long to wait a CHRISTMAS Day soon, on this months..hurry up christmas. We wait u.. hhee

9.30.2009

Character Building

Membangun karakter atau yang lebih populer dengan istilahCharacter Building, merupakan istilah yang sudah tidak asing lagi bagi kita. Istilah ini biasanya banyak dijual di kursus-kursus kepribadian, bahkan diobral di seminar-seminar yang bertajuk pengembangan diri, entah itu dalam bentuk implementatif maupun hanya sekedar teori. Oleh karenanya wajar apabila kemudian timbul pertanyaan dari pembaca yang budiman : “Membangun karakter? Apa, sih? Cape, deh!”

Sebagaimana yang telah kita pahami bersama, pengertiankarakter adalah sifat-sifat kejiwaan, seperti tabiat, watak, akhlak, atau budi pekerti yang membedakan seseorang dengan yang lainnya. Sedangkan pengertian dari membangun adalah proses pengolahan dan pembentukan suatu unsur atau materi yang sudah ada menjadi sesuatu yang baru dan berbeda. Dari kedua pengertian tersebut, kita dapat mengambil kesimpulan bahwa membangun karakter adalah suatu prosespembentukan watak atau budi pekerti. Tentunya dalam pengertian yang positif, tujuan dari pembentukan watak atau budi pekerti di sini adalah menjadi lebih baik dan terpuji dalam kapasitasnya sebagai pribadi yang mempunyai akal budi dan jiwa.

Pertanyaan berikutnya : So what gitu, lho? Apa hubungannya dengan kita-kita yang ada di Pengadilan Pajak? Adakah dia bisa membuat kita lebih cantik atau ganteng, kelihatan lebih seksi dan awet muda? Jawabannya adalah ya! Why not? Apabila hal tersebut kita kaitkan denganinner beauty atau inner handsome, tentu pribadi yang baik dan jiwa yang sehat akan memancarkan aura yang positif yang bisa membuat kita kelihatan lebih cantik atau tampan, seksi, dan awet muda.

Dalam perspektif yang lebih luas, hal tersebut dapat kita korelasikan dengan harapan dan usaha kita untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada publik. Sebagaimana kita mahfum, gaji dan tunjangan yang kita terima setiap bulannya, sebagian besar bersumber dari pajak yang dipungut oleh Negara dari rakyat, dan hal itu bisa diartikan bahwa sejatinya kita ini adalah pegawainya rakyat, maka sebagai pegawai rakyat, kita wajib untuk bekerja seoptimal mungkin untuk rakyat. Paradigma bahwa Pegawai Negeri adalah Penguasa (The Lord) yang bisa bersikap seenaknya dan sewenang-wenang kepada rakyat, semestinya diubah menjadi Pegawai Negeri yang berkarakter (terpuji), yaitu Pegawai Negeri yang mendefinisikan dan memosisikan diri sebagai Pelayan Rakyat (Public Servant).

Lalu pertanyaannya sekarang : How? Dengan cara apa kita bisa membangun karakter yang terpuji itu? Jawabannya adalah banyak cara untuk itu, baik melalui pendidikan formal dan informal, maupun melalui aktualisasi diri. Salah satu cara yang telah diupayakan Sub Bagian Kepegawaian/Sumber Daya Manusia di Pengadilan Pajak adalah melalui pendidikan informal, yaitu training ESQ. Fenomena training ESQ beberapa waktu yang lalu bisa kita ibaratkan sebagai oase di padang yang tandus. Meski efek positifnya hanya terasa kurang-lebih seminggu, namun hal tersebut memberikan secercah harapan bahwa sesungguhnya kita masih mempunyai hasrat untuk introspeksi diri demi menjadi pribadi yang lebih baik, bertanggung jawab, baik kepada diri sendiri, negara, bangsa, dan tentunya kepada Tuhan Yang Mahaesa. Betapa meruginya kita, apabila penyesalan dan linangan air mata yang tumpah-ruah pada saat itu, menjadi sia-sia hanya karena kita mengulangi lagi perbuatan buruk yang telah kita sesali.

Adapun pendidikan formal sebagai salah satu instrumen dalam membangun karakter adalah dengan melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Pendidikan formal secara langsung maupun tidak langsung akan berdampak pada pengembangan karakter individu seseorang. Pola pikir seorang Doktor dan Master yang sudah terbiasa menganalisa suatu obyek atau pokok permasalahan secara lebih mendalam dan mendetail, semestinya akan berbeda dengan seorang Sarjana Strata Satu yang dididik dengan teori-teori dan aplikasinya yang masih bersifat umum.

Upaya membangun karakter melalui aktualisasi diri, bisa kita lakukan dengan ikut aktif dalam berbagai kegiatan, baik di lingkungan tempat kerja maupun masyarakat. Aktulisasi diri di lingkungan masyarakat bisa dilakukan dengan aktif di kegiatan dengan lingkup yang kecil seperti RT, RW, atau aktif di lembaga-lembaga sosial kemasyarakatan, seperti LSM, atau di lembaga-lembaga keagamaan, seperti forum pengajian atau persekutuan gereja. Sedangkan aktualisasi diri di lingkungan tempat kerja kita di Pengadilan Pajak, bisa dilakukan dengan ikut aktif di pengadaan, maupun di berbagai kegiatan PIU, seperti CMCAS, Transformasi SDM, dan Survei Kepuasan Stakeholder.

Akhirnya, selain instrumen-instrumen yang sudah dijabarkan di atas, ada satu hal yang sangat prinsip dan merupakan kata kunci ataumain point, yakni keinginan untuk berubah menjadi lebih baik sesungguhnya berpulang pada moral choice (keputusan moral) pada masing-masing individu itu sendiri. Pendidikan formal, training ESQ, aktualisasi diri, atau kegiatan apapun yang sejenis, hanyalah media atau instrumen belaka. Semuanya akan menjadi tidak berarti, apabila di dalam diri individu yang bersangkutan tidak ada keinginan yang kuat (spirit) untuk berubah.